Kondisi Saya Keluhan THT Cek Gejala Praktik Spesialis Tentang Artikel Booking Sekarang
Link disalin!
dr. Yanuar
Ditulis & Ditinjau oleh
dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I.(K), M.Si.Med
Spesialis THT & Subspesialis Alergi-Imunologi · RS Columbia Asia Semarang · Diperbarui: 19 May 2026

Ketika anak terlambat bicara, orang tua sering bertanya-tanya: apakah ini speech delay (keterlambatan bicara) biasa, atau ada masalah pada pendengarannya? Pertanyaan ini penting karena penanganannya berbeda — dan semakin cepat diketahui, semakin baik hasilnya.

Mengapa Pendengaran Harus Diperiksa Lebih Dulu?

Anak belajar berbicara dengan cara mendengarkan terlebih dahulu. Jika ada gangguan pendengaran — meskipun ringan — otak tidak mendapat input suara yang cukup untuk membangun kemampuan bicara. Inilah mengapa pemeriksaan pendengaran adalah langkah pertama yang dianjurkan sebelum menilai speech delay.

Tanda yang Perlu Diperhatikan

Kemungkinan ada Gangguan Pendengaran jika:

  • Bayi tidak terkejut atau menoleh saat ada suara keras
  • Anak tidak merespons saat dipanggil dari belakang (tanpa melihat gerak bibir)
  • Anak sering meminta suara TV/musik dikeraskan
  • Bicara anak kurang jelas dan sulit dipahami bahkan oleh keluarga dekat
  • Anak sering berkata “hah?” atau meminta pengulangan
  • Riwayat infeksi telinga (otitis media) berulang
  • Hasil skrining OAE REFER saat lahir

Kemungkinan Speech Delay Murni jika:

  • Anak merespons dengan baik terhadap suara dan panggilan namanya
  • Anak memahami instruksi sederhana meskipun belum bisa mengucapkannya
  • Ada faktor risiko lain (lahir prematur, riwayat keluarga, stimulasi bahasa terbatas)

Panduan Perkembangan Bicara Normal

Sebagai referensi, berikut tahapan bicara yang umumnya diharapkan:

Usia Kemampuan yang Diharapkan
0–3 bulan Terkejut saat ada suara, tersenyum saat diajak bicara
6–12 bulan Berceloteh (babbling), menoleh saat dipanggil
12–18 bulan Mengucapkan 1–3 kata bermakna (mama, papa, minta)
2 tahun Kosakata 50+ kata, mulai merangkai 2 kata
3 tahun Kalimat 3 kata, 75% ucapan dapat dipahami orang lain

Panduan lengkap tersedia di seri artikel Tahapan Perkembangan Bicara Anak.

Apa yang Harus Dilakukan?

  1. Periksa pendengaran terlebih dahulu. Tes OAE (Otoacoustic Emission) adalah skrining pendengaran yang mudah, tidak invasif, dan dapat dilakukan sejak bayi. Pelajari lebih lanjut tentang skrining OAE.
  2. Konsultasi ke dokter THT-KL jika ada tanda gangguan pendengaran. Evaluasi lebih lanjut (audiometri, timpanometri) dapat dilakukan oleh dokter THT anak.
  3. Evaluasi tumbuh kembang oleh dokter spesialis anak jika pendengaran normal namun bicara masih terlambat.

Artikel ini bersifat edukatif. Evaluasi yang tepat memerlukan pemeriksaan langsung oleh tenaga medis.

Baca Juga