Kondisi Saya Keluhan THT Cek Gejala Praktik Spesialis Tentang Artikel Booking Sekarang
Link disalin!
dr. Yanuar
Ditulis & Ditinjau oleh
dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I.(K), M.Si.Med
Spesialis THT & Subspesialis Alergi-Imunologi · RS Columbia Asia Semarang · Diperbarui: 30 September 2026

Diterbitkan · Terakhir diperbarui

Apa Itu Presbikusis?

Presbikusis adalah gangguan pendengaran yang berkembang secara perlahan seiring bertambahnya usia. Istilah ini berasal dari kata Yunani “presbys” (tua) dan “akusis” (pendengaran). Kondisi ini terjadi ketika sel-sel sensorik di telinga dalam, yang bertanggung jawab mengubah suara menjadi sinyal ke otak, mengalami penuaan dan kehilangan fungsinya.

Presbikusis adalah penyebab paling umum gangguan pendengaran pada lansia. Berbeda dengan kehilangan pendengaran mendadak, presbikusis berkembang begitu lambat sehingga banyak orang tidak menyadarinya sampai keluarga atau teman memperhatikan adanya masalah komunikasi.

Tanda dan Gejala

Gejala presbikusis biasanya dimulai dengan kesulitan mendengar suara-suara bernada tinggi. Orang yang mengalaminya sering mengalami:

  • Sulit mendengar percakapan dalam lingkungan yang bising, seperti di restoran atau acara keramaian
  • Kesulitan membedakan konsonan tertentu, terutama “s”, “t”, dan “f”
  • Menganggap orang lain “berbicara tidak jelas”, padahal masalahnya pada pendengaran diri sendiri
  • Kebutuhan volume televisi atau radio yang lebih keras dari biasanya
  • Kesulitan mendengar nada rendah jika kondisi sudah lanjut
  • Tinnitus, yaitu telinga berbunyi atau berdesis (meskipun bukan gejala wajib)

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab utama presbikusis adalah proses penuaan alami pada struktur telinga dalam. Sel-sel telinga dalam yang disebut sel rambut (hair cells) secara bertahap rusak atau mati dan tidak dapat diperbaharui. Akibatnya, kemampuan menangkap dan memproses suara menurun.

Beberapa faktor yang mempercepat perkembangan presbikusis meliputi:

  • Paparan kebisingan kronis — dari lingkungan kerja, hobi, atau transportasi. Di Indonesia, lalu lintas yang ramai dan konstruksi di area urban merupakan sumber kebisingan sehari-hari
  • Riwayat penyakit — diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung dapat mempercepat kerusakan telinga dalam
  • Genetik — jika orang tua atau kakek-nenek mengalami gangguan pendengaran, risiko lebih tinggi
  • Penggunaan obat-obatan tertentu — beberapa obat dapat bersifat ototoksik (merusak telinga)
  • Gaya hidup — merokok dan konsumsi alkohol berlebih terkait dengan penurunan pendengaran lebih cepat

Cara Diagnosis

Jika Anda atau keluarga mencurigai ada gangguan pendengaran, dokter spesialis telinga akan melakukan pemeriksaan pendengaran yang disebut audiometri. Pemeriksaan ini menggunakan alat khusus di ruangan kedap suara untuk mengukur seberapa baik Anda mendengar berbagai frekuensi dan volume suara.

Pemeriksaan lanjutan seperti BERA dapat dilakukan jika diperlukan penilaian yang lebih mendalam. Hasil audiometri akan menunjukkan pola kehilangan pendengaran dan tingkat keparahannya, yang membantu dokter merencanakan penanganan paling sesuai.

Penanganan

Presbikusis tidak dapat disembuhkan karena sel-sel telinga dalam yang rusak tidak dapat tumbuh kembali. Namun, ada beberapa pendekatan untuk membantu pasien tetap dapat berkomunikasi dengan baik.

Alat bantu dengar adalah penanganan utama. Alat ini menangkap suara, memperkuatnya, dan mengirimnya ke telinga. Teknologi modern telah membuat alat bantu dengar lebih kecil, nyaman, dan mudah disesuaikan dengan preferensi individual. Pemilihan alat yang tepat memerlukan konsultasi dengan ahli audiologi.

Selain alat bantu dengar, beberapa strategi yang membantu adalah:

  • Teknik berkomunikasi yang lebih efektif — seperti berbicara lebih lambat dan jelas
  • Menggunakan captioning pada televisi atau video
  • Mengurangi kebisingan latar belakang saat berkomunikasi
  • Mengatur gaya hidup untuk menjaga kesehatan telinga, seperti mengelola stres dan tekanan darah

Komplikasi dan Prognosis

Presbikusis progresif, artinya akan terus memburuk seiring waktu. Namun kecepatan perkembangannya bervariasi pada setiap individu. Komplikasi sosial yang mungkin timbul adalah isolasi, depresi, dan penurunan kepercayaan diri akibat kesulitan berkomunikasi.

Dengan penanganan dini dan adaptasi yang tepat, sebagian besar orang dengan presbikusis dapat tetap menjalani kehidupan sosial dan profesional yang memuaskan.

Kapan ke Dokter

Segera konsultasi dengan dokter spesialis telinga jika:

  • Anda atau keluarga memerhatikan perubahan pendengaran dalam beberapa minggu atau bulan
  • Kesulitan pendengaran mengganggu pekerjaan, kehidupan sosial, atau keselamatan Anda
  • Gangguan pendengaran hanya terjadi pada satu telinga (ini memerlukan penilaian khusus)
  • Disertai dengan pusing atau ketidakseimbangan

Deteksi dini memungkinkan adaptasi yang lebih baik dan pemilihan alat bantu dengar yang lebih optimal. Jangan menunggu hingga masalah komunikasi mengganggu hubungan keluarga atau kinerja kerja.

FAQ

Apakah presbikusis bisa dicegah sepenuhnya?
Presbikusis akibat penuaan tidak dapat dicegah, tetapi Anda dapat memperlambat perkembangannya dengan melindungi telinga dari kebisingan sejak muda, mengelola kondisi kesehatan seperti diabetes dan tekanan darah tinggi, dan menghindari rokok serta konsumsi alkohol berlebih.

Apakah alat bantu dengar permanen atau bisa dilepas?
Alat bantu dengar dapat dilepas kapan saja. Anda dapat menggunakannya dalam situasi tertentu atau sepanjang hari tergantung kebutuhan dan kenyamanan. Tidak ada efek samping dari penggunaan berkelanjutan.

Bagaimana jika hanya satu telinga yang terganggu?
Gangguan pendengaran pada satu sisi memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan bukan gangguan lain yang lebih serius. Segera konsultasi dengan dokter spesialis telinga untuk diagnosis yang tepat.

Apakah ada obat untuk menghentikan presbikusis?
Saat ini belum ada obat yang terbukti menghentikan atau membalikkan presbikusis. Penelitian terus dilakukan, namun penanganan yang tersedia saat ini fokus pada membantu Anda tetap dapat mendengar dan berkomunikasi dengan alat bantu dengar serta strategi adaptasi lainnya.

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau konsultasi medis langsung. Hasil dan penanganan tiap pasien berbeda.

Konsultasi Spesialis THT di Semarang

Punya keluhan serupa? dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.THT-KL, Subsp. AI(K) berpraktik di RS Columbia Asia Semarang. Buat janji online via WhatsApp.

Buat Janji via WhatsApp

Lihat Juga

dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L.

Ditulis & ditinjau oleh dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.A.I. (K), M.Si.Med.

Dokter Spesialis THT (Telinga Hidung Tenggorok) & Konsultan Alergi-Imunologi · Semarang

Praktik di RS Columbia Asia Semarang dan RS Nasional Diponegoro, menangani keluhan THT umum hingga kasus alergi kompleks yang memerlukan penanganan subspesialis Konsultan Alergi-Imunologi.

Lihat profil lengkap & jadwal praktik dokter THT Semarang →